Rabu, 23 Februari 2022

Apa Itu Pemeriksaan ANC ???

Pemeriksaan ANC (Antenatal Care) merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan wajar. Pemeriksaan kehamilan dilakukan minimal 4 (empat) kali selama masa kehamilan, yaitu sekali pemeriksaan pada trimester pertama, sekali pemeriksaan pada trimester kedua, dan 2 kali pemeriksaan pada trimester ketiga.
Apa Tujuan ANC (Antenatal Care)?
1. Memantau kemajuan proses kehamilan demi memastikan kesehatan pada ibu serta tumbuh kembang janin yang ada di dalamnya.
2. Mengetahui adanya komplikasi kehamilan yang mungkin saja terjadi saat kehamilan sejak dini, termasuk adanya riwayat penyakitdan tindak pembedahan.
3. Mingkatkan serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi.
4. Mempersiapkan proses persalinan sehingga dapat melahirkan bayi dengan selamat serta meminimalkan trauma yang dimungkinkan terjadi pada masa persalinan.
5. Menurunkan jumlah kematian dan angka kesakitan pada ibu.
6.Mempersiapkan peran sang ibu dan keluarga untuk menerima kelahiran anak agar mengalami tumbuh kembang dengan normal.
7.Mempersiapkan ibu untuk melewati masa nifas dengan baik.
PMB Larizquna melayani pemeriksaan ANC pada ibu hamil. Ayo lakasi datang ke PMB Larizquna dan periksakan kehamilan anda (https://promkes.kemkes.go.id)

Senin, 21 Februari 2022

Hubungan IMT dengan Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi merupakan tanda proses kematangan dari organ reproduksi dan erat kaitannya dengan hormon. Siklus menstruasi pada umumnya berlangsung secara teratur saat memasuki usia 17-18 tahun. Salah satu faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah tinggi atau rendahnya IMT. Bedasarkan hasil penelitian terhadap 47 responden terdapat 53,3% mahasiswa memiliki IMT normal dan 44,7% tidak normal. Responden yang memiliki siklus menstruasi teratur sebanyak 57,4% dan tidak teratur 42,6%. Responden yang memiliki IMT normal dengan siklus menstruasi teratur sebanyak 53,1% dan responden dengan IMT normal namun siklus menstruasi tidak teratur ada 2,2%. Responden yang memiliki IMT tidak normal dengan siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 40,2% dan Responden yang memiliki IMT tidak normal dengan siklus menstruasi teratur ada 4,3%. Berdasarkan data tersebut terlihat ada keterkaitan antara IMT dengan proses siklus menstruasi. Hasil uji chi-square didapatkan nilai p value=0,00 < α=0,05 yang artinya bahwa ada hubungan antara IMT dengan siklus menstruasi. Orang yang memiliki IMT tidak normal cenderung mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Menururt Hill (2005) beberapa faktor yang mempengaruhi IMT seseorang yaitu usia, genetik, pola makan, stress dan aktivitas fisik. Dikalangan mahasiswa umumnya terbentuk pola makan yang tidak baik. Ada yang makan teratur, tidak teratur adapula yang berlebihan. Pola makan tersebut akan mempengaruhi IMT seseorang. Bagi mereka yang kurus akan mengalami pemendekan fase luteal karena kadar estrogen dalam darahnya lebih sedikit atau menurun. Sehingga siklus menstruasi lebih pendek. Pada mereka yang kelebihan berat badan maka akan terjadi pemanjangan siklus menstruasi karena kadar estrogen meningkat.
Daftar Pustaka
Hill, J.O. 2005. Obesity: Etiology in Modern Nutrition in Health and Disease. USA: Lippincot Williams.

Sabtu, 12 Februari 2022

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Senam Hamil di Puskesmas X Banjarmasin

Berdasarkan hasil penelitian bahwa secara keseluruhan pengetahuan ibu hamil yang mengetahui tentang senam hamil didominasi kategori tingkat pengetahuan yang cukup yaitu 46 orang (56,8 %). Rendahnya pengetahuan ibu hamil terhadap senam hamil kemungkinan disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan responden.Tingkat pendidikan sangat berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan. Pendidikan mempunyai peranan penting dalam pembentukan kecerdasan manusia maupun perubahan tingkah lakunya. Semakin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah pula mereka menerima informasi. Ibu yang berpendidikan tinggi memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam memberikan pelaksanaan senam hamil (Elly 2012).
Faktor lainnya yang menyebabkan kurangnya pengetahuan responden terhadap senam hamil adalah jenis pekerjaan. Dominasi responden pada penelitian ini adalah tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga. Ada kemungkinan mereka kurang terpapar dengan informasi mengenai dunia kesehatan sehingga mereka kurang mengetahui tentang senam hamil baik itu manfaat atau cara melaksanakannya. Ibu hamil yang tidak bekerja seharusnya memiliki banyak waktu luang dalam mempersiapkan persalinan termasuk salah satunya adalah persiapan fisik. Persiapan fisik tersebut bisa dilakukan dengan senam hamil, namun demikian keinginan untuk mengikuti senam hamil tidak dapat dilakukan jika tidak didukung dengan pengetahuan yang baik. Perilaku akan langgeng jika didukung dengan pengetahuan karena pada dasarnya pengetahuan merupakan faktor predisposisi dari perilaku (Notoadmodjo, 2012).
Usia merupakan salah satu kompenen penting yang mempengaruhi pengetahuan seseorang (Notoatmodjo, 2007).Berdasarkan hasil penelitian bahwa responden penelitian didominasi oleh ibu hamil yang berusia 20-35 tahun. Pada usia ini ibu hamil lebih peduli terhadap kehamilannya dan aktif mencari informasi mengenai manfaat senam hamil (Masrurin et. al 2013). Namun pada penelitian ini tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap senam hamil masih kurang meskipun dominasi usia mereka berada pada rentang usia produktif. Hal ini mungking ada pengaruh dari rendahnya jenjang pendidikan dan kebanyakan mereka berprofesi sebagai ibu rumah tangga sehingga mereka kurang mengetahui tentang senam hamil.
Daftar Putaka
1. Masrurin D, Sri S, Nur IR. 2013. Minat ibu hamil dalam mengikuti senam hamil di BPRB bina sehat bangunjiwo kasihan, bantul. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia. 1(1):12-17. 2. Elly M. Setiadi. 2012. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar ed. 2. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 3. Notoatmodjo. 2012. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Jumat, 11 Februari 2022

Suntik Vitamin Pilihan di Masa Pandemi

Saat ini, konsumsi vitamin tidak hanya dengan diminum saja, tapi juga bisa disuntikan. Lalu, apa saja perbedaan dan manfaatnya? Dokter Konsultan Tropik Infeksi RSCM dan Carolus, Robert Sinto, mengatakan selain diminum, vitamin juga dapat diberikan melalui suntikan lewat pembuluh darah. Robert menjelaskan keuntungan suntik vitamin sendiri lebih baik yaitu kadar vitamin dalam darah lebih tinggi dibanding di minum karena vitamin langsung masuk ke aliran darah tanpa melalui saluran cerna. Sehingga, kadar maksimal vitamin dalam darah lebih cepat tercapai sehingga efek vitamin dapat dirasakan lebih cepat, dan efek samping pencernaan lebih rendah dibanding minum vitamin (Berita Satu.com) PMB Larizquna menerima pasien yg akan melakukan suntik vitamin. Ayo lakasi yang handak bisa menghubungi atau langsung datang ke PMB Larizquna.

Rabu, 09 Februari 2022

PMB Larizquna Mengadakan Senam Hamil

PMB Larizquna selain melayani kegiatan persalinan juga mengaadakan kegiatan senam hamil. PMB Larizquna memiliki instruktur senam hamil yang handal sehingga dapat memfasilitasi para bumil yang ingin melakukan senam hamil. Senam hamil dilaksanakan dalam upaya pemenuhan kebutuhan aktivitas essensial bagi ibu hamil setelah usia kehamilan mencapai 22 minggu atau sama dengan 5 bulan. Adapun manfaat Senam Hamil Selama Kehamilan Hingga Setelah Melahirkan adalah 1. Membantu menyediakan energi 2. Menurunkan risiko komplikasi kehamilan 3. Membantu mengurangi stres dan membangkitkan suasana hati 4. Mengurangi ketidaknyamanan saat hamil 5. Membuat tidur lebih nyenyak 6. Membantu tubuh mempersiapkan kelahiran 7. Membantu pemulihan tubuh lebih cepat setelah melahirkan
Anda para bumil yang ingin ikut klub senam hamil, ayo buruan datang ke praktik mandiri bidan larizquna.

Minggu, 21 November 2021

Gambaran Dukungan Keluarga Dalam Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas X Tahun 2016

Berdasarkan data penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 bahwa 34.10% persentase dukungan keluarga dalam pemberian ASI eksklusif dengan dukungan maksimal, 45.45% persentase dukungan keluarga yang cukup maksimal dan sisanya 20.45% persentase dukungan keluarga yang kurang maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa ASI eksklusif belum menjadi perhatian yang sangat penting bagi anggota keluarga terhadap ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif selama masa menyusui. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Ibu yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 40,91% dan tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak 59,09%. Hal ini bisa saja disebabkan oleh kurangnya dukungan dari anggota keluarga dalam memberikan arahan agar ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Selain faktor tersebut juga mungkin dipengaruhi oleh ketidaktahuan ibu menysusui mengenai pentingnya ASI eksklusif. Sehingga ibu yang menyusui selain perlu dukungan juga perlu pendidikan untuk menggugah kesadaran mengenai pentingnya ASI eksklusif. Salah satu anggota keluarga terpenting dalam memberikan dukungan kepada Ibu yang sedang menyusui adalah Suami atau ayah dari anak yang dilahirkan. Dukungan juga penting dari nenek ataupun kakek bayi tersebut.
PMB Larizquna menerima pelayan persalinan normal 24 jam
jasa analisis data menggunakan SPSS Cp. 08983825623

HUBUNGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB DENGAN KEPATUHAN MINUM PIL KB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X

Berdasarkan hasil penelitian terhadap 30 responden akseptor KB tentang Hubungan Pengetahuan akseptor KB dengan Kepatuhan minum pil KB di Puskesmas X diketahui bahwa pengetahuan responden tentang penggunaan KB pil sebesar 43,3% masuk kategori cukup, 30,0% berpengetahuan kurang dan sisanya berpengetahuan baik yaitu 26,7%. Hal ini menunjukkan bahwa masih minimnya pengetahuan akseptor KB Pil mengenai penggunaan Pil KB. Pengetahuan akseptor KB Pil kemudian dihubungkan dengan kepatuhannya dalam mengkonsumsinya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2016 diketahui bahwa Akseptor KB pil yang patuh dalam mengkonsumsi pil KB sebesar 40,0% dan yang tidak patuh sebesar 60,0%. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa persentase kepatuhan akseptor KB Pil masih rendah. Hasil data antara pengetahuan dan kepatuhan akseptor KB Pil kemudian dianalisi keterkaitannya menggunakan analisis rank spearman. Hasil analisis statistik dengan uji rank spearman diperoleh Sig. (2-tailed) sebesar 0,002 atau lebih kecil dari 0,05 pada tingkat kepercayaan 95% yang artinya Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kepatuhan akseptor KB dalam meminum pil KB di puskesmas X
Terima Jasa pengolahan data statistika menggunakan SPSS. CP. 08983825623

Senin, 15 November 2021

PBM Larizquna

 

praktik mandiri bidan (PMB) Larizquna didirikan oleh dua org bidan yg berpengalaman baik dalam dunia praktisi maupun akademisi. Pendirinya adalah bidan lisda handayani, S.S.T., M.Kes. dan Bidan Nurul Hidayah, S.S.T., M.Kes. PMB Larizquna bertempat di Jalan simpang sei mesa RT. 08 No. 70 kelurahan seberang mesjid. PMB Larizquna melayani:

1. Persalinan normal

2. Suntik KB

3. Cek Tensi Darah

4. Cek Gula Darah, Kolesterol dan Asam Urat

5. Menjual Obat2an


Biosintesis Nanosilver Menggunakan Ekstrak Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum) L. Di Bawah Iradiasi Sinar Matahari

Abstract Background:  The development of more environmentally friendly and sustainable methods for nanosilver synthesis has become crucial. ...